fbpx

5 Mitos SEO Yang Pemula Masih Banyak Melakukannya

Artikel kali ini saya akan membahas apa saja MITOS didalam SEO yang masih banyak dipercaya khususnya bagi pemula yang baru ingin memulai belajar seo.

Perlu diingat apa yang saya tulis bukan hanya dari pendapat saya pribadi, tapi dari analisa banyak webmaster dan SEO Expret di DUNIA. Namun terlepas dari itu semua, coba kita analogikan secara LOGIKA mengapa hal tersebut bisa dikatakan MITOS karena pada dasarnya Alogitma Google bekerja berdasarkan LOGIKA.

Artikel ini mungkin akan sangat panjang dan membosankan untuk Anda, namun ini adalah salah satu PONDASI Anda dalam belajar seo agar nantinya saat Anda membaca materi atau penawaran seputar dunia SEO, Anda sudah paham bahwa hal tersebut tidak Anda butuhkan.

Langsung saja saya bahas satu persatu apa saja mitos mitos dalam seo yang pemula masih banyak melakukannya.

 

Kompetisi keyword berdasarkan allintitle.

 

Saya meletakan mitos ini di urutan pertama karena tidak peduli berapa banyak webmaster yang mematahkan teori tersebut, kepercayaan allintitle ini akan terus muncul, di ikuti dengan tools2 yang menerapkan prinsip ini sehingga mitos ini terus bertahan hingga saat ini dan menjadi mitos ABADI.

 

Analogi yang mungkin mendekati dengan kasus ini adalah perlombaan lari. Saat Anda mengikuti lomba lari atau marathon, apakah Anda peduli dengan berapa banyak peserta yang ikut perlombaan tersebut ?

 

Tentu saja TIDAK, fokus Anda adalah pelari di no 1-3 saja, karena yang naik podium hanya pelari tercepat 1-3. Tidak peduli peserta yang ikut ada 1000, selama Anda bisa mengalahkan no 1-3 maka Anda naik podium.

 

Jadi bukan banyak nya peserta yang harus Anda lihat tapi kekuatan ke-tiga pelari terdepan, apakan kemampuan Anda berlari dapat bersaing dengan ke-tiga pelari tersebut atau tidak.

 

Sama seperti Riset Keyword, tugas Anda hanya melihat dan menganalisa 1-3 website teratas saja, atau kalau target Anda hanya halaman pertama maka analisa saja 1-10 website yang berada di halaman pertama, that’s it.!

 

Dengan melihat website 1-10 Anda akan melihat “real” kompetisi dari keyword tersebut, apakah ke-sepuluh website tersebut bisa Anda kalahkan atau tidak.

Nah ini yang lucu saat Anda menggunakan Allintitle ketika melakukan riset keyword, kompetitor yang harusnya Anda ANALISA tapi malah di hilangkan pada saat Anda menggunakan filter Allintitle. Seperti ini contohnya :

 

Coba Anda ketik di google keyword : Toko Online. Hasilnya seperti ini :

Hasil Allintitle toko online

#1 : jd.id

#2 : Belanja.com

#3 : Bukalapak.com

#4 : Blibli.com

#5 : lazada.co.id

 

Sekarang jika kita menggunakan Allintitle untuk melihat kompetisi keyword : Toko Online, hasilnya seperti ini :

Hasil allintitle toko online 2

Website belanja.com, bukalapak.com, blibli.com dan lazada.co.id hilang dari halaman pertama yang sebenarnya merekalah kompetitor untuk keyword : Toko Online. Lalu mengapa dihilangkan saat Anda menganalisa kompetisi ?

 

Ok, sekarang kita anggap Allintitle benar dan katakanlah keyword yang ingin Saya targetkan hasil allintitle menunjukan LOW KOMPETISI, kemudian Saya membuat konten dengan menargetkan keyword tersebut, lalu masuk halaman pertama.

 

Pertanyaanya, Apakah website Saya masuk halaman pertama karena Allintitle kecil atau Konten Saya memang pantas berada dihalaman pertama ?

 

Jawaban Anda mungkin “tentu saja karena Allintitle menunjukan “Low Kompetisi” sehingga saat saya menargetkan “keyword” tersebut bisa mudah masuk halaman pertama”.

 

Tapi apa benar seperti itu ??? Hmmmm coba kita bedah lagi. ^_^

 

Disini parameter yang digunakan adalah Allintitle, Anda tau apa itu Allintitle ??

 

Allintitle adalah sebuah Query yang bisa dikenali google  search box untuk mencari berapa banyak website yang menggunakan keyword yang kita targetkan didalam TITLE kontennya.

 

Ok sekarang sudah lebih spesifik yaitu “Title Content”. Jadi jika Allintitle menunjukan nilai 1000, artinya ada 1000 halaman yang menggunakan target keyword tersebut didalam title kontennya.

 

Sekarang kita tau parameter Allintitle adalah TITLE, Lalu bagaimana kalau saya tidak menggunakan target keyword tersebut di title konten saya ?

 

Contohnya seperti ini, target keyword : Cara Riset Keyword Semrush

Hasil Cara Riset Keyword Semrush

 

Coba perhatikan konten yang saya buat tidak menggunakan title : Cara Riset Keyword Semrush, namun dapat menempati urutan 1 untuk keyword “cara riset keyword semrush”. Bahkan kalau Anda perhatikan lebih dalam, saya tidak pernah menuliskan keyword : cara riset keyword semrush didalam artikelnya, tidak juga di Anchor Text, tidak di tag H1, H2, H3 sama sekali tidak pernah.

 

Google mengerti bahwa konten yang saya buat relevan dengan keyword yang ditargetkan, TIDAK PEDULI keyword tersebut ada di title atau tidak, terdapat di artikelnya atau tidak, terdapat di Tag H1,H2, H3 atau tidak.

 

Kalau Google saja tidak peduli, lalu mengapa kita harus menganalisa keyword berdasarkan TITLE yang digunakan oleh setiap halaman ? (Think Smart Sahabatku!!!)

BACA JUGA :  Manta Theme Project - SEO Wordpress Themes Dari Para Expert SEO

 

Tunggu dulu, sekarang coba saya cek Allintitle:cara riset keyword semrush. Dan BOOOOOM Blog saya hilang dari halaman pertama. LOL

 

Membuat backlink harus konsisten Supaya terlihat “NATURAL”

 

Apakah Anda sering mendengar guru SEO atau master SEO yang memberikan panduan seperti ini :

  • Buatlah backlink 3-5 link saja perhari agar terlihat NATURAL dan TIDAK DI PINALTY GOOGLE
  • Jangan terlalu Agresif membangun backlink, buat lah backlink secara KONSISTEN agar TERLIHAT NATURAL.

Saya percaya Anda yang membaca artikel ini pasti pernah mendengar Wejangan tersebut.

Tahukan Anda apa itu NATURAL ??

Saya ingat dulu pernah nonton video nya Ronald Frank di youtube, beliau bilang :

“Jadilah pria yang UNIK Agar wanita mu tidak bosan dan terus penasaran denganmu”

Jadilah pria yang BERBEDA dari pada pria pada umumnya yang selalu memberikan kejutan-kejutan yang tidak pernah disangka pasanganmu. NAMUN, terus terusan berkelakuan UNIK AKAN MEMBUATMU MENJADI TIDAK UNIK.

Pasangan mu sudah menilaimu unik, dan saat kamu melakukan sesuatu yang UNIK (berbeda) pasanganmu tidak akan terkejut lagi ! mengapa ? karena pasanganmu sudah tau kalau kamu memang UNIK dan berbeda dengan pria pada umumnya.

Point cerita diatas adalah menjadi unik bukan berarti konsisten melakukan sesuatu yang berbeda terus menerus, ada kalanya kamu bersifat umum seperti pria pada umumnya dan terkadang berbeda dari pria pada umumnya.

 

Sama seperti backlink yang website Anda terima,

“Melakukan sesuatu yang KONSISTEN justru akan membuatmu TIDAK NATURAL”

Jika Anda konsisten membangun backlink 3-5 backlink perhari, Hal tersebut tidak akan membuat website Anda terlihat NATURAL justru malah akan terlihat backlink tersebut sengaja dibuat.

Konsep yang benar adalah sebaliknya, justru jumlah backlink yang banyak yang website Anda terima dalam periode singkat akan membuat website Anda NATURAL. Hehe

Lhooo, kok gitu mas, bukannya itu termasuk teknik blackhat, greyhat, greenhat, yellowhat, hat to hat ???? Sabar, sabar, nanti saya akan jelaskan.

Backlink yang banyak dan masuk dalam periode singkat disebut Spikes.

Spikes ini adalah sesuatu yang wajar diterima oleh semua website di DUNIA, mengapa ??

Saya kasih contoh dulu 2 website ini : detik.com dan cnn.com

Spike Backlink CNN Spike Backlink Detik

Anda perhatikan pola backlink yang masuk ke website diatas, selalu ada spike dari backlink yang masuk ke website tersebut.

Mengapa hal ini dikatakan wajar ?

Coba Anda pikir lagi, mengapa website Anda menerima BACKLINK ,, ??

Konten yang TRENDING dan VIRAL.

2 Faktor ini lah yang dapat membuat website Anda Natural saat menerima backlink bahkan dalam jumlah banyak dan dalam periode yang singkat.

Konten yang “berkualitas” saja tidak tepat untuk menggambarkan bahwa sebuah situs dikatakan Natural menerima backlink. Kalau dulu istilah ini sering kita dengar “Buat lah konten yang berkualitas agar website menerima backlink secara Natural” (a.k.a WhiteHat SEO)

Namun sekarang kita sudah tau kalau itu hanya bumbu dalam SEO dan tidak 100% benar. Salah satu nama besar di Industri SEO saat ini “Brian Dean” pernah berkata, “mempublish konten yang berkualitas saya tidak cukup”.

3 tahun yang lalu tidak banyak yang kenal dengan nama “Lucinta Luna”, Namun karena banyak yang membicarakannya nama Lucinta Luna cukup dikenal di kaum milenial sekarang.

Sadar atau tidak sadar bukan banyaknya orang yang membicarakannya yang membuatnya dikenal seperti sekarang. Tapi karena  banyak juga artis besar yang ikut membicarakannya. Dan hal ini juga berlaku di backlink.

Mengapa Trending dan viral dapat  membuat kita natural menerima backlink dalam jumlah banyak dan dalam periode yang singkat ? saya ilustrasikan seperti ini :

  • Seorang instruktur gym mempublish ebook/video tutorial bagaimana membentuk otot dalam waktu 2 bulan saja dan membagikan link download websitenya di social media kemudian menjadi viral. banyak orang yang merekomendasikan ebook tersebut, dan bagi pemilik blog dengan niche guild muscle tentu akan meriview dan meletakan link download ebook tersebut untuk para pembaca websitenya.

 

  • Seorang Product Creator membuat panduan Internet Marketing secara gratis dengan mendaftar di website nya, kemudian viral sehingga banyak internet marketing lain yang merekomendasikan pengunjung website mereka ke website tersebut untuk mendaftar dan mendapatkan panduan gratis tersebut.

 

  • Product Creator me-launching produk baru yang bermanfaat dengan system affiliate, otomatis banyak affiliate marketer yang mempromosikan link produk tersebut di website mereka, bahkan membuat review.

 

  • Website berita sama seperti contoh saya diatas, mempublish berita hot seputar selebriti atau pejabat public kemudian viral, tentu akan banyak orang yang me-nautkan link berita tersebut diwebsite mereka.

Dan ini selalu dalam periode yang singkat, karena sifatnya trending sehingga wajar Anda lihat terjadi SPIKE di website-website Authority dan ini tidak bisa Anda lakukan KONSISTEN setiap hari. hehe

Ada persamaan dari ke2 pernyataan ini :

  • Buatlah backlink 3-5 link saja perhari agar terlihat NATURAL dan TIDAK DI PINALTY GOOGLE
  • Jangan terlalu Agresif membangun backlink, buat lah backlink secara KONSISTEN agar TERLIHAT NATURAL.
BACA JUGA :  Cara Optimasi Konten Dengan Baik - Onpage Seo Dasar

Persamaannya adalah semua hanya fokus pada “JUMLAH”.

POINT dan TEKNIK yang banyak diajarkan oleh master seo JAMAN DULU adalah di jumlah linknya, padahal bukan JUMLAHNYA yang membuat website Anda di penalty tapi KUALITAS link nya.

Walaupun Anda membuat 3-5 link perhari tapi dari web spam dan tidak relevan dengan website Anda maka Web Anda juga kemungkinan akan tetap di penalty.

Perlu di ingat juga membuat backlink dengan jumlah banyak dalam periode singkat (spikes) namun tetap dari web spam atau menggunakan tools seperti senuke, gsa, dan tools lainnya juga akan tetap membuat website Anda di penalty.

Kuncinya adalah kualitas link, tidak perduli Anda dapatkan dalam jumlah banyak atau sedikit dan dalam periode singkat atau tidak.

Lalu mengapa banyak Master SEO yang sekuat tenaga mengatakan backlink dengan jumlah banyak dan dalam periode singkat adalah teknik blackhat, greyhat, greenhat, yellowhat, hat to hat, ?

Karena mindset Sang Master, backlink yg banyak dan dalam periode singkat hanya dapat diperoleh menggunakan tools seperti GSA, Senuke, Scrapebox, dll. Padahal ga semua orang pake tools itu. Masa iya CNN pake GSA sih, jadi banyak spike di Backlink Profile nya.. 😀

 

Social Vote Sebagai Ranking Factor

 

Ini adalah salah satu isu yang paling cepat berkembang hingga saat ini.

 

Propaganda ini dimulai dari seorang guru seo yang mempublish Ranking Correlation Report : http://www.searchmetrics.com/knowledge-base/ranking-factors/.

 

Namun disinilah KESALAH PAHAMAN Pemula yang membacanya dimulai.

 

Correlation tidak sama dengan Causation. Dua hal ini adalah bagian yang sangat berbeda.

 

Dari report tersebut mengatakan bahwa sebagian besar website yang berada dihalaman pertama memiliki social signal yang tinggi. Dan itu memang benar. TAPI

 

Apa yang membuat Correlation Report Tersebut tidak valid ?? karena di report tersebut tidak dikatakan “MANA YANG LEBIH DULU”.

 

Sama seperti pertanyaan “ Duluan Telur Atau Ayam “ ? hehehe

 

Website dihalaman pertama tersebut mendapat social signal yang tinggi karena berada diposisi pertama google

atau

karena website tersebut menerima social signal yang tinggi sehingga bisa masuk ke halaman pertama google.

 

Website yang mendapatkan ranking yang bagus akan memberikan trafik yang banyak. Dari trafik yang banyak user yang merasa konten Anda bermanfaat akan melakukan share ke berbagai social media dan memberikan social signal yang tinggi juga untuk website Anda.

 

Ini adalah pola sederhana namun penting, karena seperti yang google katakan beberapa tahun lalu, social signal belum kami pertimbangkan kedalam ranking factor karena matrik tersebut sangat mudah untuk di MANIPULASI.

 

Jika backlink dapat dimanipulasi, tapi dapat dilihat manipulasi tersebut dari kualitas backlink yang dibuat.

 

Tapi di social signal parameter apa yang dilihat untuk melihat kualitas dari social signal. ???

 

 

Conten is a KING

 

Istilah “Content is a King” mungkin yang paling banyak Anda dengar dimanapun Anda sedang membaca panduan SEO.

 

Saya tidak bilang content tidak penting. Namun karena istilah Content is a King ini banyak sekali PEMULA yang salah memahaminya.

 

Teman saya yang baru mau membuat blog curhat ke saya, dia sudah membangun blog tersebut selama 2 bulan namun belum ada peningkatan traffic. Trus dia tanya ke saya :

 

Bro kok blog saya belum naik-naik ya, padahal saya sudah update konten hampir tiap hari dengan konten original dan berkualitas, melakukan riset keyword dan panjang artikel sudah di atas 1000 kata.

 

Bukannya google menyukai web yang selalu di update ya ?

 

Trus dia juga bilang, saya lihat si A bisa nge-ranking keyword itu tanpa backlink, kok bisa ya ?? (sambal mengirim SS ahref bukti web A bisa ranking tanpa backlink)

 

Kira-kira SS yang di kasih seperti ini (ss hanya contoh, bukan ss yang di kirim temen saya), mungkin Anda juga sering melihat GURU SEO yang share ini di Social Media :

Tidak ada backlink 1 tidak ada backlink 2

 

Besok-besok kalau ada Guru Seo yang share tanpa backlink bisa page #1 tapi SS nya seperti diatas, Ente Comment aja, aah yang bener Guru..? hehe

 

Saya akan jawab mengapa SS tersebut tidak bisa Anda percaya. Tapi saya akan jawab dulu pernyataan di atas satu-persatu.

 

Sebelum masuk ke bagian konten Anda harus tau dulu jenis website Anda, apakah perlu update setiap hari atau tidak. Google tidak pernah mengatakan bahwa posting artikel setiap hari akan membuat website Anda naik keposisi teratas.

 

Konten yang berkualitas sekalipun kalau tidak ada yang membacanya juga percuma. Content creator ternama “Brian Dean” juga pernah bilang bahwa tugas content marketing bukan hanya mempublish conten yang berkualitas saja, tapi bagaimana konten tersebut bisa di baca oleh orang yang tepat dan menghasilkan link untuk website Anda.

BACA JUGA :  Posisi #9 Naik ke Posisi #3 Dengan Cara Ini - The Hidden Relevance

 

Jadi bukan cuma sekedar publish artikel setiap hari tanpa ada tindakan selanjutnya. Kecuali memang website Anda sudah memiliki power sebelumnya, maka Anda tinggal bermain di internal link saja, atau Anda bisa menargetkan keyword yang low kompetisi.

 

Kedua, panjang pendek nya artikel itu bukan tolak ukur kualitas dari sebuan konten, yang benar adalah konten Anda menjawab “search query”, mau konten Anda 1000 kata atau 400 kata selama konten anda sudah bisa menjawab search query maka sudah bisa berpotensi menempati halaman 1 google. Untuk teknik bagaimana mengetahui konten Anda sudah menjawab search query atau belum akan saya bahas di artikel yang lain.

 

Ketiga, mengapa Screen Shoot seperti diatas tidak boleh Anda percaya, karena kebanyakan pemula hanya melihat nya sekilas tanpa paham semua matrik yang di tampilkan.

 

Sang master hanya focus pada No Backlink nya, dan orang pun percaya, padahal kalau di lihat website tersebut sudah memiliki Backlink. Lihat nya dimana ? dilihat dari DR dan UR (untuk yg penampilkan ss dari ahrefs)

tidak ada backlink 3

 

DR tidak mungkin ada nilai kalau website tersebut tidak memiliki backlink, karena yang membentuk DR adalah link dari website lain yang sudah memiliki DR juga.

 

Logikanya DR 50 muncul karena website tersebut memiliki backlink dari website dengan DR >50 juga.

 

Lalu mengapa di atas di tulis no backlink, karena yang di cek adalah halaman post/artikel/inner page. Padahal secara algoritma nya semua link akan di teruskan sampai ada perintah nofollow. Jadi backlink yang Anda buat ke homepage, akan terus di teruskan ke setiap halaman yang ada selama Anda tidak membatasinya dengan nofollow attribute.

 

Jadi sebenarnya halaman tersebut ada backlink-nya tapi dari homepage, kemudia di alirkan ke halaman tersebut. Namanya backlink tidak langsung tapi tetap memiliki power.

 

User experience berdasarkan Google Analytic (Bounce Rate, Time on page, dll)

 

User Experience baru-baru ini sedang marak diperbincangkan, pengalaman pengunjung didalam website Anda berakibat pada ranking yang akan website Anda terima.

 

Ada banyak factor didalam user experience yang dibahas namun banyak juga yang salah pemahaman salah satunya menggunakan GA (Google Analytic) sebagai tolak ukur Kualitas User Experience. Matrik yang diambil adalah Bouce Rate dan Time On Page.

 

Ke 2 matrik ini paling banyak di bahas di blog seo yang mengatakan bahwa web yg baik adalah website yang memiliki bauce rate kecil dan time on page-nya tinggi.

 

Ini tidak 100% benar. Bouce rate dan time on page matrik GA sama sekali tidak bisa mengambarkan kualitas dari sebuah halaman.

 

Mengapa Bouce Rate & Time On Page google analytic tidak bisa di masukan kedalam ranking factor, karena perhitungannya di moment tertentu menjadi tidak valid. Yang membuatnya tidak valid adalah Bouce rate dan Time On Page menggunakan halaman lain sebagai trigger value nya.

Missal :

  • saya mengunjungi website di posisi no #1 selama 15menit kemudian kembali ke serp.
  • lalu saya mengunjungi website no #5 selama 2 menit.

Kalau kita melihatnya tentu website no #1 lebih baik dari website no #5, karena user lebih lama mengunjungi halaman website no #1 yang mungkin konten website no #1 lebih berkualitas dan membuat pembaca lebih betah membaca kontennya hingga akhir. Tapi apakah Google Analityc juga melihatnya seperti itu ?? ternyata tidak.

Jika Anda melihatnya menggunakan google Analityc ke-2 website ini mempunya hasil yg sama yaitu seperti ini :

parameter GA

Jadi walaupun saya mengunjungi web no #1 dan bertahan 15 menit GA tetap menghitungnya 00:00:00. Dan bounce rate tetap 100%.

Untuk lebih jelas bagaimana perhitungannya silakan baca disini : http://help.analyticsedge.com/article/misunderstood-metrics-time-on-page-session-duration/

Kesimpulannya adalah :

  • Tidak selamanya mengunjungi sebuah website hanya 1-2 menit bisa di katakana kontennya jelek. Contoh saya lagi ingin nyanyi sendiri di kamar, trus lupa di bagian reff nya, lalu search di google, masuk ke web azlyric, sudah membaca reff nya 10 detik lalu saya ingat dan menutup web tersebut. Mengunjungi azlyric selama 10 detik tidak akan membuat google berfikir konten azlyric jelek atau berfikir user merasa tidak puas dengan konten yg di berikan.
  • Tidak semua pengunjung ingin mengunjungi halaman lain dalam sebuah website jika mereka sudah menemukan apa yang mereka cari.

Dari ke 2 alasan simple ini saja sudah bisa di pastikan google tidak mungkin memasukan 2 Parameter Tersebut kedalam Ranking Factor nya.

Jadi jangan Tanya kesaya lagi, Mas buat update konten/materi tentang USER EXPRERIENCE, karena memang tidak ada Evidence untuk masalah tersebut. Kecuali ada study yang bisa menjelaskan dengan data yang menunjukan UX berpengaruh ke Ranking Factor mungkin akan saya bahas kedepannya.

 

Bersambung…. ^_^

Add Comment