Posisi #9 Naik ke Posisi #3 Dengan Cara Ini – The Hidden Relevance

Kursus Seo Advance

The Hidden Relevance, kalau di lihat dari judulnya mungkin kalian akan membayangkan kalau ini adalah teknik rahasia atau cara tersembunyi dalam melakukan SEO, namun nyatanya bukan seperti yang kalian bayangkan. Saya beri nama Hidden karena memang nanti letaknya tidak akan terlihat oleh visitor saat kalian mengoptimasi menggunakan cara ini. Memangnya bisa mas seperti itu ? apa tidak berbahaya ?

Saya akan jelaskan nanti, sebelumnya saya ingin jelaskan dulu soal relevansi. Semua search engine pasti menggunakan faktor ini didalam algoritmanya, karena mereka menginginkan apa yang muncul di hasil pencarian, sama seperti apa yang diketikan si-pencari di search box. Karena akan sangat menggangu apabila apa yang kita ketik di mesin pencari hasilnya tidak sesuai dengan yang di tampilkan oleh search engine.

Relevansi bisa diartikan sebagai sebuah hubungan yang mempunyai makna yang sama. Biasanya kita pasti menerapkan ini didalam konten. Implementasi dari relevansi yang paling terlihat adalah judul artikel dan isi artikel yang pasti berhubungan, misalkan kalau di title kita membahas tentang “cara menghilangkan jerawat” maka isi konten harus membahas tentang “cara menghilangkan jerawat”.

Kebanyakan bloger hanya terpaku di Title tag, meta deskripsi, dan isi konten dalam penerapan relevansi ini. Namun sebenarnya Google selalu mengatakan untuk relevansi didalam google patent adalah Document. Sehingga bukan hanya content yang mempengaruhi relevansi tapi semua document didalam sebuah web. Disinilah mulai kebanyakan bloger menerapkan relevansi antar document (content), biasanya dengan cara penerapan SILO Architecture dan Internal link didalam content untuk menghubungkan ke artikel lain yang berhubungan (Related Link).

Silo dan internal link secara visual akan terlihat didalam konten, namun ada satu cara lagi untuk membuat relevansi antar konten, namun posisinya tidak terlihat didalam artikel karena kita menggunakan Link Elementrel=nextdanrel=prev. Secara visual tidak akan terlihat dikarenakan untuk link element ini posisinya di dalam kode <head> sama seperti Meta Tag.  perhatikan gambar dibawah biar lebih jelas :

 

paginated content 2

 

Tampilan live dihalaman website untuk paginated content, biasanya terlihat seperti ini :

paginated content

 

Kalian mungkin sudah familiar dengan Link element ini, banyak sekali themes atau template blogspot yang menggunakan fitur tersebut. Namun sayangnya kebanyakan menggunakannya tidak secara optimal karena “rel=next” dan “rel=prev” adalah link element yang digunakan untuk paginated content (serial konten), artinya google akan melihat content tersebut sebagai 1 serial konten akan tetapi setiap atau masing-masing URL Content akan tetap di index dengan sempurna oleh google dimesin pencari, berbeda dengan “rel=canonical”.  Mungkin ini juga yang menjadi alasan mengapa kebanyakan webmaster hanya menggunakannya dihalaman homepage sama seperti contoh diatas.

Hal tersebut memang tidak menjadi masalah, namun saat web yang kalian buat adalah niche general (gado-gado) maka penggunakan “rel=next” dan “rel=prev” didalam themes akan tidak optimal karena bisa saja kalian menghubungkan antar konten yang tidak relevan. Untuk itu tips kali ini saya coba memanfaatkan fitur tersebut dihalaman postingan untuk mendapatkan nilai tambah dari relevansi antar “article series” yang berhubungan. cara ini sudah saya terapkan disalah satu web client saya dan memberikan efek positif yang lumayan baik :

 

peningkatan posisi

 

Kalian mungkin akan bingung apa yang saya maksud dengan article series disini. Saya contohkan seperti ini, Saya akan membuat artikel dengan judul “5 tempat wisata di Bandung”, sudah pasti didalam artikel saya akan membahas ke-lima tempat tersebut misalnya “tangkuban perahu”, “kawah putih”, “kebun strawberry”, “ciater” dan “danau situ patenggang”. namun di lain sisi saya juga membuat konten lagi tentang kelima tempat tersebut yang menjelaskan secara detail tempat wisata tersebut.

Secara umum yang biasa dilakukan webmaster akan memberikan internal link atau Related Link ke masing-masing konten tempat wisata tersebut di dalam konten “5 tempat wisata di Bandung” tersebut atau bisa membuat SILO menggukanan kategori atau Page. Selain 2 cara tersebut kita bisa membuatnya menjadi serial konten (paginated content) dengan memberikan Link Element “rel=”next” dan “rel=prev” di 6 content tersebut. Sehingga disini saya memiliki 6 buah serial konten :

  • 5 Tempat wisata di Bandung yang wajib di kunjungi (View All Page)
  • Bernostalgia dengan sejarah di Tangkuban Perahu.
  • Menikmati Excotic Kawah Putih
  • Memanjakan mata dikebun strawberry ciwidey
  • Relex dan bersantai di pemandian air panas Sari Ater, Ciater
  • Menikmati pemandangan diatas perahu di Danau Situ Patenggang

Saya akan coba buat diagram dari aliran Internal Link dan Struktur konten tersebut :

paginated content 3

Sekarang kita coba terapkan pengunaan Link Element “rel=next” dan “rel=prev” didalam 6 konten tersebut. Sebelumnya kita install dulu beberapa plugin untuk mempermudah melakukannya :

Pertama, jika themes kalian memiliki fitur default yang memunculkan “rel=next” dan “rel=prev” disetiap halaman/konten, maka kalian harus menghilangkannya terlebih dahulu, karena link Element ini sifatnya sama seperti “rel=canonical”, maka tidak diperbolehkan terdapat 2 Link Element yang sama persis didalam 1 halaman. Selanjutnya setting seperti ini :

paginated content 4

 

Selanjutnya kita tinggal memasukan Link Element “rel=next” dan “rel=prev” di kotak custom head & footer code disetiap konten dari 6 buah serial konten yang akan dibuat (setelah menginstal plugin Average head & footer Code) :

paginated content 5

Perlu di perhatikan bahwa untuk  konten pertama, maka hanya ada link “rel=next” karena tidak ada konten sebelumnya sehingga untuk “rel=prev” tidak perlu dimunculkan :

<link rel="next" href="http://www.domain.com/url-2/" />

Untuk  konten terakhir, maka hanya ada link “rel=prev” karena tidak ada konten selanjutnya sehingga untuk “rel=next” tidak perlu dimunculkan :

<link rel="prev" href="http://www.domain.com/url-5/" />

Namun untuk konten ke 2-5, kita masukan link “rel=next” dan “rel=prev” seperti ini :

<link rel="prev" href="http://www.domain.com/url-1/" />
<link rel="next" href="http://www.domain.com/url-3/" />

Supaya kalian lebih memahami, Saya langsung contohkan berdasarkan permisalan saya diatas untuk konten “5 tempat wisata di bandung”, Saya akan bahas satu-persatu bagaimana memasukan Link Element ini di masing-masing konten tersebut :

 

Konten 1 : 5 tempat wisata di Bandung”

<link rel="next" href="http://www.tempat-wisata-bandung.com/tangkuban-perahu/" />

paginated content 6

 

Konten 2 : “Bernostalgia dengan sejarah di Tangkuban Perahu”

<link rel="prev" href="http://www.tempat-wisata-bandung.com/wisata-bandung/" />
<link rel="next" href="http://www.tempat-wisata-bandung.com/kawah-putih/" />
paginated content 7

konten 3 : “Menikmati Excotic Kawah Putih”

<link rel="prev" href="http://www.tempat-wisata-bandung.com/tangkuban-perahu/" />
<link rel="next" href="http://www.tempat-wisata-bandung.com/kebun-strawberry/" />
paginated content 8

Konten 4 : “Memanjakan mata dikebun strawberry ciwidey”

<link rel="prev" href="http://www.tempat-wisata-bandung.com/kawah-putih/" />
<link rel="next" href="http://www.tempat-wisata-bandung.com/ciater/" />
paginated content 9

konten 5 : “Relex dan bersantai di pemandian air panas Sari Ater, Ciater

<link rel="prev" href="http://www.tempat-wisata-bandung.com/kebun-strawberry/" />
<link rel="next" href="http://www.tempat-wisata-bandung.com/danau-situ-patenggang/" />
paginated content 10

Konten 6 : “Menikmati pemandangan diatas perahu di Danau Situ Patenggang

<link rel="prev" href="http://www.tempat-wisata-bandung.com/ciater/" />

paginated content 12

 

Mudah untuk diterapkan bukan ?. Dengan begitu kita telah memberitahu google bahwa ini adalah serial konten (1 buah konten) namun ke-6 konten tersebut tetap akan di index di google untuk mengantisipasi kalau ada user yang mencari di google dengan kata kunci “wisata tangkuban perahu” atau lainnya. Sehingga Web Kalian tetap memiliki konten untuk di tampilkan di Search Engine.

Perlu diingat bahwa Google tidak menjamin bahwa penggunaan Link Element ini memberikan efek kenaikan posisi di search result, namun akan memberikan efek relevansi yang kuat antar masing-masing serial konten tersebut. Dan kalau kita balik lagi ke Algoritma yang mementingkan relevansi maka teknik ini akan membantu posisi artikel kalian meningkat di hasil pencarian.

Kapan cara ini sebaiknya digunakan ?

Well, pertanyaan paling sering ditanyakan untuk teknik ini adalah “apakah semua konten harus dibuat/dimasukan link element ini ?”. Jawabnya tentu saja TIDAK. Pagination di buat oleh enginer google salah satunya untuk mengantisipasi loading sebuah halaman yang terlalu lama karena terlalu besar size nya (mungkin karena konten terlalu panjang dan gambar yang terlalu banyak).  Menurut Maile Ohye (enginer google), loading untuk view all page tidak lebih dari 4 detik untuk performa yang baik bagi user dan Search Engine.

Untuk itu jika halaman homepage atau view all page seperti category dan tag yang terlalu panjang atau terlalu banyak isi kontennya, maka biasanya themes akan menggunakan pagination serta pemotongan dengan link “read more” dihalaman tersebut untuk mengantisipasi loading halaman yang terlalu berat.

Seperti contoh diatas, Saya menggunakan View All Page yaitu di konten 1 : “5 Tempat Wisata di Bandung” yang menampilkan ke 5 konten didalamannya dengan deskripsi singkat mengenai masing-masing tempat wisata. Kalian bisa saja tidak menggunakan View All Page seperti contoh diatas, namun langsung membahas nama tempat wisatanya saja,  jika dirasa untuk menampilkan view all page terlalu berat loadingnya.

 

Sekian tips SEO dari Saya kali ini, jika kalian merasa artikel ini bermanfaat silakan bagikan ke teman-teman kalian. 🙂

23 Comments

Leave a Reply