OnPage Seo

Cara Penerapan SILO & Struktur Themes Yang Baik

49Views
Saung SEO - Tempat Belajar SEO Untuk Pemula

Artikel kali ini saya akan bahas lebih lanjut salah satu faktor penting didalam SEO yaitu OnSite Struktur yang lebih keita kenal dengan Onpage SEO. Namun untuk Onpage SEO ini kebanyakan webmaser atau para blogger terlalu menyempitkan pembahasannya dan malah hanya memanfaatkan themes yang SEO Friendly. Ironinya kebanyakan mempercayai sales latter yang mengatakan sebuah themes SEO friendly yang sebenarnya TIDAK ADA Themes SEO Friendly tersebut. Coba kalian tanyakan hal ini kepada penjual themes :

Apa yang menjadi ukuran sebuah themes tersebut SEO friendly ?

faktor SEO apa yang diterapkan didalam themes-nya ?

jika jawabannya adalah page speed, grade AA+, maka ini bukanlah faktor struktur yang utama. pagespeed memang penting namun kalian butuh jauh dari pada itu. bagaimana aliran link didalam homepage ke inner page, dimana meletakannya, caranya seperti apa. ini yang akan saya bahas dalam artikel ini :

[divider]

HISTORY

Kali ini saya tidak akan membahas onpage seo yang menjuru kepada optimasi keyword kedalam konten seperti :

  • Jumlah kata dalam konten
  • Keyword Density
  • Bold, Italic, Underline

dan beberapa hal lain yang pernah saya bahas di onpage SEO Dasar. Namun kali ini saya akan membahasnya lebih luas, karena Onsite Faktor tidak terbatas hanya kepada optimasi keyword didalam konten.

Saya coba mengimpleentasikan konsep yang digunakan wikipedi. sebagaimana yang kita ketahui wikipedia merupakan web authority yang memiliki struktur onpage yang sangat baik menurut saya. mereka menggunakan Absolute CSS dalam penerapan Struktur web nya dimana tampilan secara live version mereka akan berbeda dengan tampilan yang dilihat Google. saya ambil contoh ini :https://id.wikipedia.org/wiki/Optimisasi_mesin_pencari

[divider_top]

STRUKTUR WEB

Struktur disini secara umum bisa di katakan tampilan web,, tapi yang akan saya singgung bukan live web page (tampilan live web kalian) tapi tampilan yang dilihat google. yes.. google cache text version.. jadi semenarik apapun web kalian, cara google melihat tetaplah text version. masih inget kan kalau memasukan gambar harus pake tag ALT ?? inilah jawabnya mengapa harus pake tag ALT.

patokan atau guide saya kali ini adalah Wikipedia, sebagai tolak ukur salah satu struktur web yang baik. seperti yg kita ketahui wikipedia menggunakan model Absolute Css,, dimana tampilan versi live berbeda dengan versi text nya. coba perhatikan contoh ini :

secara live website tampilannya seperti ini :

wikipedia-live-web

namun secara cache text version tampilannya akan seperti ini :

wikipedia-text-version

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:https://id.wikipedia.org/wiki/Optimisasi_mesin_pencari&strip=1

tampilannya sangat rapi dan terstruktur ya. coba kalian cek halaman inner page/ postingan kalianย  di google cache (copy code diatas kemudian ganti alamat wikipedia tsb jadi url postingan kalian). Sudah rapih belum ? ๐Ÿ˜€

disini saya coba menerapkan struktur tersebut :

a. Tag H1 Berada Diposisi Paling Atas.

Bagian pertama yang di load paling atas adalah TAG H1. ini menurut saya penting,, tag h1 memiliki porsi tertinggi dari struktur meta tag bahkan diatas tag Title (coba kalian hapus tag title,, maka tag H1 akan menggantikan tag title). oleh karena itu banyak webmaster yang menggunakan Tag H1 didalam Title.

b. Internal link didalam content.

wikipedia banyak sekali internal link didalam halamannya,, ini membuat struktur relevansi antar konten semakin kuat… mungkin selama ini kita mengadopsinya dengan related post. yang kurang maksimal menurut saya adalah kita meletakan related post di luar code content (.single_post/.single-post-content) atau diluar class untuk content (div class=”thecontent” ). karena sebagian besar kita menggunakan plugin untuk membuat related post tersebut. padahal power relevansi tertinggi itu ada di dalam konten bukan diluar konten apalagi di sidebar. logikanya adalah untuk membuat backlink saja kalian akan bersusah payah mendapatkan backlink yang berada di konten (contextual Backlink) mengapa untuk internal link diletakan diluar konten.

ini contoh internal link yang terjadi diluar bagian article. dan sebagian besar plugin akan meletakannya diluar content.

internal link

Oleh karena itu related post coba saya letakan di dalam article menggunakan gaya wikipedia (table of content). related post base on category, kalau kalian menstruktur konten bergasarkan kategori. tetapi karena saya menggunakan “page” jadi related post berdasarkan parent page nya dan di struktur menggunakan class OL atau UL seperti wikipedia (dicontoh saya pake UL) .. bisa diletakan di awal bisa di akhir atau ditengah2 konten yang penting di dalam konten.

c. Posisi Header di Footer

Cara paling gampang meletakan tag H1 diposisi paling atas adalah dengan tidak meletakan Header di posisi paling atas. Karena tentu yang akan duluan di load adalah logo dan navigasi link didalam google cache text version.
Meletakan header di footer bukan berarti secara live web page posisinya berada dibawah,, karena akan sangat aneh melihat logo dan navigasi berada dibawah.

untuk itu header diletakan di footer. (ini maksudnya code untuk memanggil header logo dan navigasi link, bukan header.php). contoh code nya seperti ini :

header

ย Disiniย  peran CSS digunakan. header logo dan navigasi link yang tadinya berada di bawah kita buat terfloating diposisi paling atas dan fixed mengikuti cursor.

secara live web akan terlihat seperti ini :

ย Live Web Page

namun secara text version akan terlihat seperti ini :

Cache Google 1
ย Cache Google 2

 

untuk cek silakan copy link dibawah dan paste di browser kalian.

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://myprogramme.net/&strip=1

tips : untuk melihat tampilan yang menyerupai google cache,, coba install add ons firefox atau chrome web developer toolbar :

Firefox : https://addons.mozilla.org/en-us/firefox/addon/web-developer/
Chrome : https://chrome.google.com/webstore/detail/web-developer/bfbameneiokkgbdmiekhjnmfkcnldhhm

untuk mengaktifkannya, kalian disable all javascript, disable all image, kemudian tekan shift + Alt + a, untuk melihat tampilah secara text version.

[divider_top]

Silo Structure (Struktur Internal link)

Silo pada dasarnya adalah struktur link sebuah konten. dengan menggunakan silo akan memperkuat relevansi content kita. sadar tidak sadar sebenarnya kita telah melakukan silo. contohnya pada navigasi menu kita meletakan kategori dan saat kita klik link tesebut akan muncul list konten-konten yang ada di dalam kategori tersebut. ini bisa dikatakan silo karena setiap konten kita di struktur berdasarkan main page/category.

namun kembali lagi seperti yang saya katakan diatas,, relevansi terbesar terjadi di content.. untuk itu silo pun saya setting di content selain yang berada di navigasi menu. contohnya seperti ini :

ย silo

itu adalah silo yang terdapat didalam content, silo berdasarkan related post ini bisa dibuat secara manual didalam masing2 konten atau bisa di set otomatis menggunakan shortcode wp. gunakan css untuk membuatnya lebih menarik.

Tips :
untuk website yang general akan kesulitan melakukan silo, karena sangat dengan mudah di break struktur nya dengan kategori lain yang tidak relevant. caranya, untuk navigasi menu yang memiliki category yang tidak relevant (misal : news, kesehatan, politik, ekonomi, dll) navigasi menu bisa di buat iframe,, dan silo dilakukan didalam content.. cara ini efektif karena iframe tidak akan muncul di google cache sehingga faktor relevan sebuah halaman tidak break (pecah ke konten yang tidak relevan dengan halaman tersebut).

jangan gunakan recent post dan popular post di sidebar karena ini juga akan membreak silo ke konten yg tidak relevan. solusinya gunakan plugin recent post yang menggunakan javascript. salah satu plugin popular post dan recent post yang menggunakan javascript adalah “WP Tab Widget” miliknya mythemeshop.

[divider_top]

Tanya Jawab

1. Apakah struktur yang baik itu meletakan navigasi di footer ?

tentu saja tidak,, ini hanya hasil penerapan apa yang di lakukan wikipedi. banyak authority site lain seperti biasa kok.. yang penting adalah link apa yang kalian letakan di navigasi menu. karena link yang di load di paling atas akan menerima power yang lebih besar menurut saya.. saran aja kalau webnya belum authority jangan letakan link yang kurang penting di bagian header. ( social share, privacy policy, about, contact ) letakanlan di posisi footer.

2. standar struktur Silo ?

Struktur Silo

3. Bagaimana kalau web nya yang isi nya general (alias Gado-gado) , gimana silonya ?

sama saja,, tapi hanya ada 1 jalan masuk dan 1 jalan keluar.. didalam 1 halaman tidak boleh ada link yang menuju halaman lain yang tidak relevan dengan kategorinya.

Struktur Silo general

4. Kurang dimengerti mas,, bisa di perjelas maksudnya ?

liat gambar ini gan,, ini yang saya maksud sebaiknya jangan terjadi di sebuah halaman..

Struktur Silo general 2

Muhammad Khadafi
Saya Muhammad Khadafi (Aka. Daffyshaci). saya seorang blogger dan Seo Expert sejak tahun 2009 sampai dengan sekarang. blog ini saya buat untuk membantu Anda dalam hal pemahaman SEO dan Internet marketing lainnya secara lebih dalam. jika ada pertanyaan silakan kontak saya.

17 Comments

  • Wah mas Daffy ini ilmu SEO nya mantap jaya ๐Ÿ˜€

    Baru menginjakkan kaki di saungseo.com aja udah dapet menu kaya gini.

    Sangat bermanfaat maas super sekalii (y)

    Wah, bakalan sering nongkrong di saungseo.com inih mas.

    Ijin gelar tiker dan sedot ilmunya ๐Ÿ˜€

    • onpage apa konten mas ?? kalau konten dan jenis kontennya konten marketing maka offpage ga dilakuin juga ga masalah karena konten tersebut nanti berperan sebagai alat mendatangkan trafik,.. tapi kalau yg dimaksud onpage hanya struktur nya saja, maka sulit buat page one di kompetitif keyword. ๐Ÿ™‚

  • bagi saya yang baru belajar dasar-dasar seo, belum begitu mengerti baca dan prakteknya..
    tapi pasti akan berguna bagi saya kedepannya. bookmar buat entar belajar lanjutan..

    terimakasih gan infonya.

  • Saya juga sepakat dengan mas Daffy bahwa memilih kata kunci atau keyword yang tepat memang menjadi hal sangat penting dalam proses SEO, apalagi untuk mendapatkan buying keyword pastilah kita memerlukan analisa kata kunci yang lebih mendalam.

    Namun saat ini fasilitas โ€œgoogle keyword plannerโ€ sudah tidak lagi menunjukkan hasil angka yang exact (tepat) tetapi angka yg ditunjukkan adalah angka estimasi. Yang ingin saya tanyakan adalah dimanakah kita dapat menemukan tools atau website yang dapat menunjukkan hasil pencarian dengan angka yang tepat ?

    -Terimakasih-

    • sebelum di update juga sebenarnya angkanya hanya berkisaran,, karena klo kalian perhatikan nilai search volume harusnya tidak bulat (800, 50, 100), hanya gambaran umum seberapa luas keyword tersebut dalam sebuah query menghasilkan kalimat yg mendatangkan trafik,.. klo saya prinsipnya selama masih muncul di google planner artinya keyword tersebut terdata oleh google. untuk tools lain kemungkinan banyak, karena mereka membayar adword sehingga untuk tools yg berbasis web based kemungkinan hasil search volumenya muncul. Update terakhir Long Tail Pro yang versi web based sudah muncul pencarian search volume nya

  • Halo mas daffyshaci…
    Smpe 2 kali baca ane, awalnya gagal nyimak tpi setelah baca yg kedua dah mulai ngerti pembahasan yg mas maksud.

    Newbei nanya nih mas, mohon pencerahannya..
    Penempatan Image (alt img) sebaiknya:
    1. Setelah judul (h1)?
    2. Paragraf 1st setelah 100 word?
    3. Bebas dimana saja?

    Sebelumnya ane ucapkan terima kasih apabila mas daffy berkenan jwb pertanyaan diatas.

  • Jadi selama ini saya salah dalam membangun internal linking di blog. ๐Ÿ˜

    Terima kasih Mas Daffy sudah membuka mata saya. Keep inspiring mas! ๐Ÿ˜€

Leave a Reply